Interaksi Keruangan dalam Kehidupan di Negara-negara ASEAN

    Halo, sobat genius! Apakah kalian tahu apa itu interaksi keruangan? Interaksi keruangan adalah hubungan timbal balik antara ruang dengan ruang lainnya yang melibatkan manusia, barang, jasa, informasi, dan modal. Interaksi keruangan dapat terjadi antara ruang di dalam suatu negara maupun antara ruang di antara negara-negara. 

    Salah satu contoh interaksi keruangan antarnegara adalah interaksi keruangan dalam kehidupan di negara-negara ASEAN. 


    ASEAN atau Association of South East Asian Nations adalah organisasi kerja sama regional yang terdiri dari 10 negara anggota, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Brunei Darussalam, Kamboja, Vietnam, Myanmar, dan Laos. Negara-negara ASEAN memiliki letak geografis yang strategis di antara dua benua (Asia dan Australia) dan dua samudra (Hindia dan Pasifik). 

    Negara-negara ASEAN juga memiliki kekayaan sumber daya alam dan budaya yang beragam. Hal-hal ini mendorong terjadinya interaksi keruangan antarnegara ASEAN dalam berbagai bidang, seperti sosial, politik, ekonomi, budaya, pendidikan, dan lain-lain.

    Nah, kali ini, kita akan belajar lebih dalam tentang interaksi keruangan dalam kehidupan di negara-negara ASEAN. Yuk, simak penjelasannya!

Interaksi Keruangan Sosial

    Interaksi keruangan sosial adalah hubungan antarruang yang melibatkan manusia sebagai pelaku utamanya. Interaksi keruangan sosial dapat berupa migrasi penduduk, pergerakan wisatawan, pertukaran informasi dan komunikasi, dan sebagainya.

    Contoh interaksi keruangan sosial antarnegara ASEAN adalah:

  • Migrasi penduduk. Banyak penduduk dari negara-negara ASEAN yang berpindah tempat tinggal ke negara lain karena alasan ekonomi, pendidikan, politik, atau budaya. Misalnya, banyak pekerja Indonesia yang bekerja di Malaysia atau Singapura; banyak pelajar Filipina yang belajar di Thailand atau Indonesia; banyak pengungsi Myanmar yang mencari perlindungan di Kamboja atau Malaysia; dan sebagainya
  • Pergerakan wisatawan. Banyak wisatawan dari negara-negara ASEAN yang mengunjungi negara lain untuk menikmati keindahan alam, budaya, atau kuliner. Misalnya, banyak wisatawan Singapura yang berkunjung ke Indonesia untuk berlibur di Bali atau Lombok; banyak wisatawan Thailand yang berkunjung ke Malaysia untuk berbelanja di Kuala Lumpur atau Penang; banyak wisatawan Vietnam yang berkunjung ke Laos untuk melihat situs warisan dunia di Luang Prabang; dan sebagainya.
  • Pertukaran informasi dan komunikasi. Banyak warga negara-negara ASEAN yang berinteraksi dengan warga negara lain melalui media sosial, internet, telepon, surat-menyurat, atau media lainnya. Misalnya, banyak warga Indonesia yang berteman dengan warga Malaysia atau Brunei Darussalam melalui Facebook atau Instagram; banyak warga Singapura yang berbisnis dengan warga Filipina atau Vietnam melalui email atau WhatsApp; banyak warga Kamboja yang belajar bahasa Inggris dengan warga Thailand atau Myanmar melalui Skype atau Zoom; dan sebagainya.

Interaksi Keruangan Politik

    Interaksi keruangan politik adalah hubungan antarruang yang melibatkan pemerintah atau lembaga politik sebagai pelaku utamanya¹. Interaksi keruangan politik dapat berupa kerja sama, konflik, perjanjian, atau kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan nasional atau internasional.

    Contoh interaksi keruangan politik antarnegara ASEAN adalah:

  • Kerja sama. Banyak negara-negara ASEAN yang melakukan kerja sama dalam berbagai bidang untuk meningkatkan kesejahteraan, keamanan, dan stabilitas kawasan. Misalnya, negara-negara ASEAN membentuk organisasi ASEAN sebagai wadah untuk berdiskusi, berkoordinasi, dan bersinergi dalam menyelesaikan isu-isu regional atau global; negara-negara ASEAN juga membentuk berbagai mekanisme kerja sama seperti ASEAN Plus Three, ASEAN Regional Forum, East Asia Summit, dan sebagainya.
  • Konflik. Banyak negara-negara ASEAN yang mengalami konflik atau perselisihan dengan negara lain karena alasan sejarah, teritorial, ideologi, atau kepentingan. Misalnya, Indonesia dan Malaysia pernah bersengketa tentang wilayah Kalimantan Utara atau Pulau Sipadan dan Ligitan; Filipina dan Malaysia pernah bersengketa tentang wilayah Sabah; Thailand dan Kamboja pernah bersengketa tentang wilayah perbatasan di sekitar kuil Preah Vihear; dan sebagainya.
  • Perjanjian. Banyak negara-negara ASEAN yang membuat perjanjian atau kesepakatan dengan negara lain untuk menyelesaikan masalah atau meningkatkan kerja sama. Misalnya, Indonesia dan Singapura membuat perjanjian tentang pengelolaan lingkungan di Selat Malaka; Malaysia dan Brunei Darussalam membuat perjanjian tentang pembagian wilayah laut di Laut Cina Selatan; Vietnam dan Laos membuat perjanjian tentang pengembangan infrastruktur di perbatasan; dan sebagainya.
  • Kebijakan. Banyak negara-negara ASEAN yang mengeluarkan kebijakan atau aturan yang berkaitan dengan hubungan dengan negara lain. Misalnya, Indonesia mengeluarkan kebijakan wajib visa bagi warga Myanmar untuk masuk ke Indonesia; Singapura mengeluarkan kebijakan larangan merokok di tempat umum bagi warga asing; Thailand mengeluarkan kebijakan perlindungan hak asasi manusia bagi warga Kamboja; dan sebagainya.

Interaksi Keruangan Ekonomi

    Interaksi keruangan ekonomi adalah hubungan antarruang yang melibatkan aktivitas ekonomi sebagai pelaku utamanya¹. Interaksi keruangan ekonomi dapat berupa perdagangan, investasi, bantuan, atau kerja sama yang berkaitan dengan produksi, distribusi, atau konsumsi barang dan jasa.

    Contoh interaksi keruangan ekonomi antarnegara ASEAN adalah:

  • Perdagangan. Banyak negara-negara ASEAN yang melakukan perdagangan dengan negara lain untuk memenuhi kebutuhan atau meningkatkan pendapatan. Misalnya, Indonesia mengekspor minyak sawit, karet, batubara, dan kopi ke Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand; Malaysia mengimpor beras, gula, gandum, dan susu dari Thailand, Vietnam, Myanmar, dan Laos; Singapura mengekspor barang elektronik, kimia, farmasi, dan mesin ke Filipina, Vietnam, Kamboja, dan Brunei Darussalam; dan sebagainya.
  • Investasi. Banyak negara-negara ASEAN yang melakukan investasi di negara lain untuk memperluas pasar atau meningkatkan efisiensi. Misalnya, Indonesia menerima investasi dari Singapura di bidang industri manufaktur, perdagangan grosir dan eceran, serta jasa keuangan; Malaysia menerima investasi dari Thailand di bidang pertambangan minyak dan gas bumi, industri kimia dasar, serta industri makanan dan minuman; Filipina menerima investasi dari Vietnam di bidang industri tekstil dan pakaian jadi, industri kertas dan percetakan, serta industri barang-barang logam; dan sebagainya.
  • Bantuan. Banyak negara-negara ASEAN yang memberikan atau menerima bantuan dari negara lain untuk mengatasi masalah atau meningkatkan kesejahteraan. Misalnya, Indonesia memberikan bantuan berupa makanan, obat-obatan, dan tenaga medis kepada Myanmar yang mengalami krisis politik dan kemanusiaan; Malaysia memberikan bantuan berupa vaksin, alat pelindung diri, dan peralatan medis kepada Kamboja yang menghadapi pandemi Covid-19; Singapura memberikan bantuan berupa dana, peralatan, dan pelatihan kepada Laos yang membangun infrastruktur dan pendidikan; dan sebagainya.
  • Kerja sama. Banyak negara-negara ASEAN yang melakukan kerja sama ekonomi dengan negara lain untuk menciptakan pasar yang lebih besar, lebih terintegrasi, dan lebih kompetitif. Misalnya, negara-negara ASEAN membentuk Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang bertujuan untuk menghapus hambatan perdagangan dan investasi, meningkatkan konektivitas dan mobilitas, serta mengembangkan sektor-sektor strategis; negara-negara ASEAN juga membentuk berbagai perjanjian perdagangan bebas (PTB) dengan negara-negara mitra seperti China, Jepang, Korea Selatan, India, Australia, dan Selandia Baru; dan sebagainya.

Interaksi Keruangan Budaya

    Interaksi keruangan budaya adalah hubungan antarruang yang melibatkan unsur-unsur budaya sebagai pelaku utamanya. Interaksi keruangan budaya dapat berupa penyebaran, pertukaran, pengaruh, atau kerja sama yang berkaitan dengan bahasa, agama, seni, adat istiadat, atau nilai-nilai budaya.

    Contoh interaksi keruangan budaya antarnegara ASEAN adalah:

  • Penyebaran. Banyak unsur-unsur budaya dari negara-negara ASEAN yang menyebar ke negara lain karena alasan sejarah, migrasi, perdagangan, atau media massa. Misalnya, bahasa Melayu menyebar ke Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan sebagian Filipina karena pengaruh kerajaan-kerajaan Melayu di masa lalu; agama Buddha menyebar ke Thailand, Myanmar, Kamboja, Laos, dan sebagian Vietnam karena pengaruh kerajaan-kerajaan Buddha di Asia Tenggara; seni wayang menyebar ke Malaysia, Singapura, Thailand, dan Kamboja karena perdagangan dan migrasi orang-orang Jawa; musik dangdut menyebar ke Malaysia dan Brunei Darussalam karena media massa dan industri hiburan; dan sebagainya.
  • Pertukaran. Banyak unsur-unsur budaya dari negara-negara ASEAN yang saling bertukar dengan negara lain karena alasan kekerabatan, kerja sama, pariwisata, atau pendidikan. Misalnya, adat istiadat Minangkabau dari Indonesia bertukar dengan adat istiadat Negeri Sembilan dari Malaysia karena hubungan kekerabatan antara kedua suku bangsa; nilai-nilai demokrasi dari Filipina bertukar dengan nilai-nilai sosialisme dari Vietnam karena kerja sama politik antara kedua negara; seni tari dari Thailand bertukar dengan seni tari dari Kamboja karena kunjungan wisatawan antara kedua negara; bahasa Inggris dari Singapura bertukar dengan bahasa Mandarin dari China karena pertukaran pelajar antara kedua negara; dan sebagainya.
  • Pengaruh. Banyak unsur-unsur budaya dari negara-negara ASEAN yang mempengaruhi atau dipengaruhi oleh negara lain karena alasan kolonialisme, globalisasi, modernisasi, atau adaptasi. Misalnya, agama Islam dari Timur Tengah mempengaruhi Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan sebagian Filipina karena penjajahan Belanda dan Inggris yang membawa pedagang-pedagang Muslim ke Asia Tenggara; gaya hidup barat dari Amerika Serikat dan Eropa mempengaruhi Singapura, Filipina, Thailand, dan Vietnam karena globalisasi dan modernisasi yang membawa budaya populer ke Asia Tenggara; seni lukis dari Indonesia dipengaruhi oleh Prancis karena adaptasi para pelukis Indonesia yang belajar di Paris; makanan dari Vietnam dipengaruhi oleh India karena penggunaan bumbu-bumbu khas India seperti kari dan kunyit; dan sebagainya.
  • Kerja sama. Banyak negara-negara ASEAN yang melakukan kerja sama budaya dengan negara lain untuk melestarikan, mengembangkan, atau mempromosikan budaya mereka. Misalnya, Indonesia dan Malaysia melakukan kerja sama untuk melestarikan warisan budaya bersama seperti batik, angklung, dan keris; Thailand dan Laos melakukan kerja sama untuk mengembangkan budaya Buddha Theravada yang menjadi agama mayoritas di kedua negara; Singapura dan Brunei Darussalam melakukan kerja sama untuk mempromosikan budaya Melayu yang menjadi identitas nasional di kedua negara; dan sebagainya.

Interaksi Keruangan Pendidikan

    Interaksi keruangan pendidikan adalah hubungan antarruang yang melibatkan unsur-unsur pendidikan sebagai pelaku utamanya. Interaksi keruangan pendidikan dapat berupa pertukaran, bantuan, kerja sama, atau pengembangan yang berkaitan dengan kurikulum, metode, sumber daya, atau hasil pendidikan.

    Contoh interaksi keruangan pendidikan antarnegara ASEAN adalah:

  • Pertukaran. Banyak unsur-unsur pendidikan dari negara-negara ASEAN yang saling bertukar dengan negara lain karena alasan keberagaman, kualitas, kesempatan, atau pengalaman. Misalnya, kurikulum pendidikan dari Singapura bertukar dengan kurikulum pendidikan dari Finlandia karena keinginan untuk belajar dari sistem pendidikan yang berbeda dan berkualitas; metode pendidikan dari Filipina bertukar dengan metode pendidikan dari Jepang karena kebutuhan untuk mengadaptasi metode yang sesuai dengan kondisi lokal dan global; sumber daya pendidikan dari Malaysia bertukar dengan sumber daya pendidikan dari Australia karena kesempatan untuk mendapatkan beasiswa atau fasilitas yang lebih baik; hasil pendidikan dari Indonesia bertukar dengan hasil pendidikan dari Thailand karena pengalaman untuk berbagi pengetahuan atau karya ilmiah; dan sebagainya.
  • Bantuan. Banyak unsur-unsur pendidikan dari negara-negara ASEAN yang memberikan atau menerima bantuan dari negara lain karena alasan kemiskinan, ketimpangan, krisis, atau solidaritas. Misalnya, kurikulum pendidikan dari Kamboja menerima bantuan dari Norwegia karena kondisi kemiskinan yang menyebabkan rendahnya akses dan mutu pendidikan; metode pendidikan dari Laos menerima bantuan dari Korea Selatan karena ketimpangan antara daerah perkotaan dan pedesaan dalam hal ketersediaan dan kualitas guru; sumber daya pendidikan dari Myanmar menerima bantuan dari Indonesia karena krisis politik dan kemanusiaan yang mengancam hak-hak anak untuk mendapatkan pendidikan; hasil pendidikan dari Vietnam memberikan bantuan kepada Timor Leste karena solidaritas antara negara-negara berkembang dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia; dan sebagainya.
  • Kerja sama. Banyak negara-negara ASEAN yang melakukan kerja sama pendidikan dengan negara lain untuk menciptakan standar, harmonisasi, integrasi, atau inovasi dalam bidang pendidikan. Misalnya, negara-negara ASEAN membentuk Kerangka Kualifikasi Regional ASEAN (AQRF) yang bertujuan untuk menciptakan standar kualifikasi pendidikan tinggi yang dapat diterima di seluruh negara anggota; negara-negara ASEAN juga membentuk Masyarakat Pendidikan Tinggi ASEAN (AHEC) yang bertujuan untuk mendorong harmonisasi kurikulum, metode, sumber daya, dan hasil pendidikan tinggi di kawasan ASEAN; negara-negara ASEAN juga membentuk Jaringan Universitas ASEAN (AUN) yang bertujuan untuk meningkatkan integrasi antara universitas-universitas di kawasan ASEAN melalui pertukaran mahasiswa, dosen, peneliti, dan publikasi; negara-negara ASEAN juga membentuk Pusat Inovasi Pendidikan ASEAN (ACEI) yang bertujuan untuk mengembangkan inovasi dan kreativitas dalam bidang pendidikan melalui penelitian, pengembangan, dan diseminasi.

Pengembangan Interaksi Keruangan dalam Kehidupan di Negara-negara ASEAN

    Interaksi keruangan dalam kehidupan di negara-negara ASEAN terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman, teknologi, dan tantangan global. Interaksi keruangan antarnegara ASEAN dapat ditingkatkan melalui berbagai cara, seperti:

  • Meningkatkan kesadaran akan identitas dan nilai-nilai ASEAN. Negara-negara ASEAN perlu memperkuat rasa persatuan, solidaritas, dan kerjasama antara sesama anggota ASEAN dengan menghormati keberagaman dan kekhasan masing-masing negara. Negara-negara ASEAN juga perlu menanamkan nilai-nilai ASEAN seperti musyawarah, gotong royong, toleransi, dan saling menguntungkan dalam berbagai aspek kehidupan.
  • Meningkatkan konektivitas dan mobilitas antarnegara ASEAN. Negara-negara ASEAN perlu membangun infrastruktur fisik, institusional, dan manusia yang dapat mendukung kelancaran dan efisiensi interaksi keruangan antarnegara ASEAN. Negara-negara ASEAN juga perlu memfasilitasi pergerakan orang, barang, jasa, informasi, dan modal antarnegara ASEAN dengan menghapus hambatan tarif, non-tarif, visa, atau regulasi lainnya.
  • Meningkatkan kualitas dan kuantitas kerja sama antarnegara ASEAN. Negara-negara ASEAN perlu meningkatkan frekuensi, intensitas, dan substansi kerja sama antarnegara ASEAN dalam berbagai bidang sesuai dengan kepentingan dan prioritas bersama. Negara-negara ASEAN juga perlu meningkatkan kapasitas dan kompetensi para pelaku kerja sama antarnegara ASEAN dengan menyediakan sumber daya, pelatihan, bimbingan, atau dukungan lainnya.
  • Meningkatkan peran dan kontribusi negara-negara ASEAN dalam dunia internasional. Negara-negara ASEAN perlu meningkatkan pengaruh dan prestasi negara-negara ASEAN dalam berbagai forum atau organisasi internasional yang relevan dengan isu-isu regional atau global. Negara-negara ASEAN juga perlu meningkatkan kerja sama dengan negara-negara mitra atau kelompok regional lainnya yang dapat memberikan manfaat atau dukungan bagi kepentingan dan tujuan bersama negara-negara ASEAN.
    Demikianlah penjelasan singkat tentang interaksi keruangan dalam kehidupan di negara-negara ASEAN. Semoga materi ini bermanfaat bagi sobat genius semua. Jangan lupa untuk terus belajar dan berkarya, ya!

Sumber:

Komentar